FHS (Filesystem Hierarchy Standard) adalah
sebuah aturan standar penempatan lokasi berkas dan direktori yang ada pada
sistem operasi mirip UNIX GNU/Linux. dimana dengan adanya standar ini maka
pengguna dan perangkat lunak dapat mengetahui dimana letak suatu berkas atau
direktori yang tersimpan di suatu komputer. Pada FHS seluruh file dan folder
berada didirektori puncak / root ( /), yang dibawahnya
terdapat beberapa folder utama yang telah ditetapkan kegunaanya yaitu /bin/,
/boot/, /dev/, /etc/, /home/, /media/, /mnt/,
/root/, /sbin/, /srv/, /tmp/, /usr/, /var/, hampir seluruh
distribusi GNU/Linux menerapkan konsep FHS ini, namun baru-baru ini terjadi
sedikit perubahan, dimana seluruh aplikasi dan pustaka yang sebelumnya
berada pada direktori standar (/lib/, /lib64/, /bin/ dan /sbin/) dibuat
menjadi terpusat pada direktori /usr/, yang berarti bahwa
direktori /lib/, /lib64/, /bin/dan /sbin/ tidak
diperlukan lagi, tetapi untuk alasan kompatibilitas dalam implementasinya
folder tersebut digantikan dengan symbolic links yang mengarah
ke subdirektori yang berada didirektori /usr/, distribusi GNU/Linux yang
telah menerapkan perubahan ini adalah Fedora 17 yang baru memasuki tahapan
pengembangan Alpha 1,
yang menjadi sedikit pertanyaan apakah ada distribusi GNU/Linux
yang ngeyel dan tidak menggunakan konsep FHS ini .??? jawabannya tentu
saja ada, namanya juga software open source, bebas untuk
dikembangkan, modifikasi, sebarkan, yang punya kemampuan bisa langsung
menerapkan idenya, termasuk melakukan perubahan pada konsep FH Standar menjadi
FH yang lain daripada yang lain :)
Salah satu distribusi GNU/Linux Desktop yang
hadir dengan FH (Filesystem Hierarchy) nyentrik dengan meniru konsep FH
pada OS X adalah GoboLinux, berbeda dengan FH standar, pada GoboLinux dibawah
direktori puncak root hanya terdapat 6 buah direktori standar yaitu/Programs, /Users, /System, /Files, /Mount dan /Depot.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar