Minggu, 11 November 2012

FHS (Filesystem Hierarchy Standard)


FHS (Filesystem Hierarchy Standard) adalah sebuah aturan standar penempatan lokasi berkas dan direktori yang ada pada sistem operasi mirip UNIX GNU/Linux. dimana dengan adanya standar ini maka pengguna dan perangkat lunak dapat mengetahui dimana letak suatu berkas atau direktori yang tersimpan di suatu komputer. Pada FHS seluruh file dan folder berada didirektori puncak / root ( /), yang dibawahnya terdapat beberapa folder utama yang telah ditetapkan kegunaanya yaitu /bin/, /boot/, /dev/, /etc/,  /home/,  /media/,  /mnt/,  /root/,  /sbin/, /srv/, /tmp/, /usr/,  /var/, hampir seluruh distribusi GNU/Linux menerapkan konsep FHS ini, namun baru-baru ini terjadi sedikit perubahan, dimana  seluruh aplikasi dan pustaka yang sebelumnya berada pada direktori standar (/lib/, /lib64//bin/ dan /sbin/) dibuat menjadi terpusat pada direktori /usr/, yang berarti bahwa direktori /lib/, /lib64//bin/dan /sbin/ tidak diperlukan lagi, tetapi untuk alasan kompatibilitas dalam implementasinya folder tersebut digantikan dengan symbolic links yang mengarah ke subdirektori yang berada  didirektori /usr/, distribusi GNU/Linux yang telah menerapkan perubahan ini adalah Fedora 17 yang baru memasuki tahapan pengembangan Alpha 1,

yang menjadi sedikit pertanyaan apakah ada distribusi GNU/Linux yang ngeyel dan tidak menggunakan konsep FHS ini .???  jawabannya tentu saja ada, namanya juga software open source, bebas untuk dikembangkan, modifikasi, sebarkan, yang punya kemampuan bisa langsung menerapkan idenya, termasuk melakukan perubahan pada konsep FH Standar menjadi FH yang lain daripada yang lain  :)
Salah satu distribusi GNU/Linux Desktop yang hadir dengan FH (Filesystem Hierarchy) nyentrik dengan meniru konsep FH pada OS X adalah GoboLinux, berbeda dengan FH standar, pada GoboLinux dibawah direktori puncak root hanya terdapat 6 buah direktori standar yaitu/Programs, /Users/System/Files/Mount dan /Depot.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar